CENTRAL BUDIDAYA
SEO BLOG & TEMPLATES
Soal Jalan, Pengembang Nyaris Bentrok dengan Warga
Keasyikan pengunjung pasar Blimbing terusik gara-gara pengembang Pasar Modern Blimbing PT Karya Indah Sukses (PT KIS) adu mulut dengan warga sekitar pasar.
Warga menolak niatan (PT KIS) yang akan
melebarkan lahan pasar sebelah timur atau yang berdempetan dengan jalan
masuk ke kampung warga Blimbing.
Karena saling ngotot dan merasa punya hak untuk melebarkan lahan
pasar yang akan dibangun dengan memagar keliling dan warga maupun
pedagang juga punya hak pertahankan lebar kampungnya tersebut nampak
seperti gegeran.
“Memang sempat adu mulut antara pedagang,
warga dan pengembang, untung bisa kami cegah dengan lakukan musyawarah,
PT KIS akan melebarkan hingga setengah meter. Yang secara langsung
membuat jalan masuk ke kampung jadi sempit, malahan pintu masuk mau
ditutup, makanya warga maupun pedagang yang berdomisili disitu protes,”
ungkap Kepala Dinas Pasar, Wahyu Setyanto melalui Kepala Pasar Blimbing
Tumiran Kamis (6/8) usai menenangkan warga .
Mantan Kepala Pasar Pandanwangi tersebut mencoba menenangkan pedagang dan warga untuk mencari solusi terbaik.
“Yang jelas hasil musyawarah tadi, Pengembang (PTKIS) boleh melakukan perbaikan pagar, dengam syarat posisi pagar tetap semula. Artinya tidak boleh membuat sempit jalan masuk warga Blimbing, dan mereka sanggup,” paparnya tegas.
Sementara Tommy HRD PT KIS yang coba dikonfirmasi di lokasi mengelak kalau ada gegeran soal pemagaran.“Yang jelas hasil musyawarah tadi, Pengembang (PTKIS) boleh melakukan perbaikan pagar, dengam syarat posisi pagar tetap semula. Artinya tidak boleh membuat sempit jalan masuk warga Blimbing, dan mereka sanggup,” paparnya tegas.
“Sampean lihat gak ada apa apa, apalagi gegeran, yang benar kami pengembang ingin mengganti pagar agar tak ambruk ke jalan. Karena kayu maupun seng sudah lapuk, kalau dibiarkan terus ambruk ke jalan kampung dan mengenai warga, kami yang disalahkan, jadi sudah beres dan jangan dibesar-besarkan,” paparnya.
Terpisah Wakil Ketua Komisi C DPRD Subur
Triono yang dimintai komentar soal tindakan PT KIS tersebut dikatakan
harus sesuai site plan.
“Jangan lakukan gerakan untuk membangun atau apapun jika tak sesuai
site plan, dengan seperti itu tak akan memicu masalah. Mestinya PT KIS
dan pedagang harus fokus tuntaskan kekuarangan agar segera lakukan
relokasi dan dibangun, jangan molor terus,”